Kuliah Mencari Apa
Sabtu, 11 Juli 2020
Sebuah memori 5 tahun lalu saat seminar Nasional di salah satu Universitas di Kota pulau Sumatera. Materi saat itu adalah, “apa yang hendak dicari saat kuliah”? Kalau ditanya soal Kuliah cari apa? Maka jawabannya sangat lah variatif. Ada yang mencari teman, ilmu, pasangan dan lain-lain. Begitu lah ingatanku saat Seminar Kebangsaan Yang diadakan di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa.
Baca Juga : Kesalahan Mahasiswa Yang Pertama
Bagaimana Suasana belajar di bangku Kuliah?
Suasana belajar otodidak lebih dominan ini dilakukan jika ingin menguasai materi, dosen hanya menyebutkan buku referensi yang dipakainya serta memberikan judul materi yang akan disampaikan sampai 16 pertemuan berikutnya. Judul materi tersebut biasa disebut dengan silabus.
Jadi… dalam satu mata pelajaran memiliki 16 pertemuan, dimana 16 pertemuan mempunyai berkisar 25 referensi buku. Hampir ada Puluhan buku untuk dibahas dalam makalah presentasi di lokal. Mahasiswa akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kepada Dosen dan Rekan satu kelasnya. Dan harus bisa berargumen dengan data yang valid yang diperoleh dari sebuah teori.
Apakah Kuliah itu Sibuk sekali ?
Super sibuk, kalau memang benar-benar real untuk belajar.
Kuliah untuk mencari apa?
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang menuntut ilmu. Merupakan suatu argumen yang perlu Anda pegang dalam dada. Ga mungkin sia-sia dan walaupun menjadi bahan cibiran dari orang yang julid bahwa percuma kuliah kalau nanti begini, begitu dan lain-lain… tapi tenang dan yakinlah bahwa semua akan indah pada waktunya..
Perlu ada diferansiasi dulu…
pertama, kalau mau kaya biasanya ya harus kerja dulu, kedua, kalau mau pintar ya harus belajar dulu, ketiga, kalau mau selamat ya harus berdoa dulu. Begitulah kira-kira hukum alam yang ada di dunia ini.
Nah kalau yang Kuliah biar apa?
Yah biar pintar… betulkan begitu…
Yang menjadi PR sekarang adalah ilmu yang ada di Universitas semuanya tidak diterapkan di kehidupan secara realistis. Andaikan saja semua ilmu yang terkait di Kampus mengajarkan kehidupan nyata, maka dapat dipastikan kita jadi Negara Maju dan bukan Negara Berkembang.. Hehe…
Ilmu yang didapat tidak diterapkan yang jadi masalah, padahal teori sudah terbukti secara empiris namun masih ada ketakutan untuk berbuat.
Diawal ketahui dahulu apa yang dicari saat Kuliah? Apakah mencari teman, relasi, istri, ilmu, atau jabatan. Maka untuk diawal harap untuk di ingat-ingat mengapa Anda kuliah dan apa yang ingin digapai. Dan apapun niat yang ingin dicapai dengan usaha dan doa maka semesta akan memberikan jalannya.
Tetapkan dahulu apa yang ingin digapai…
Dizaman yang sudah banyak lulusan Sarjana sampai melebihi demand, merupakan sebuah anugrah juga untuk kita. Diberikan banyak lulusan Strata Satu menjadi salah satu hadiah untuk zaman ini, sebab di kalangan orang tua kita hampir merata hanya lulusan SD, SMP. Orangtua kita dulu sangat terbatas untuk memperoleh pendidikan.
Mestinya sekarang Anda harus bersyukur terhadap hal-hal edukasi yang mudah dijangkau.
Kemudian efektivitas sebuah pendidikan selanjutnya adalah bagaimana membuat sesuatu yang sudah dipelajari di terapkan dalam dunia kehidupan. Karena percuma kalau sudah menempuh jalan yang sulit kalau tidak sampai tujuan.
Ibarat mendaki ke sebuah lembah untuk mendapatkan air, sudah lelah-lelah melewati jalan yang sulit untuk mendapatkan air, dengan kendaraan melewati jalan terjal dan berpasir di tengah gurun pasir, sampai diperjalanan Anda lelah tidak menemukan air…. Sesaat Anda melihat ke kendaraan dengan Terkejut, ternyata kendaraan yang Anda Pakai adalah Kendaraan Galon Air. Ngapain juga capek-capek kalau ada Air di dekat Anda.
Semua yang ada di pelajaran Kuliah memang tidak serta merta akan diterapkan, mulailah dengan sesuatu yang simple saja.
Misalnya bangun pagi untuk berangkat, teliti terhadap suatu hal, mengerjakan tugas saat diberi, menolong teman saat kesusahan, masak mie instan saat akhir bulan…. Hehe. Gak, gak, yang itu jangan dicoba, ga sehat kalau sering-sering…
Sesuatu yang sudah ada di Kuliah tinggal di aplikasikan ke segmen real life. Se simple itu..
Ada banyak sekali yang mungkin sudah dilewati tanpa sadar, miliki sesuatu yang imajinatif, inovatif, dan optimis. Pada dunia nyata lebih power full daripada hanya pada sebatas teori yang ilusi. Praktek tanpa teori itu juga anarki..
Jangan juga hinakan teori, karena teori berasal dari praktek. Mesti Seimbang . seimbang akan mudah dikatakan tapi hampir sulit dilakukan. Tapi diusahakan sebisanya.
Baca Juga : Kesalahan Mahasiswa Kedua
Rangkuman
1. Ketahui dahulu apa tujuan Kuliah dan Gapai hal tersebut dengan usaha yang optimis
2. Terapkan apa yang sudah dipelajari saat di bangku Kuliah.
3. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang menuntut ilmu
Sekian, semoga membantu dan memberi manfaat…
Baca Juga : Kesalahan Mahasiswa Yang Pertama
![]() |
| Kuliah Mencari Apa |
Bagaimana Suasana belajar di bangku Kuliah?
Suasana belajar otodidak lebih dominan ini dilakukan jika ingin menguasai materi, dosen hanya menyebutkan buku referensi yang dipakainya serta memberikan judul materi yang akan disampaikan sampai 16 pertemuan berikutnya. Judul materi tersebut biasa disebut dengan silabus.
Jadi… dalam satu mata pelajaran memiliki 16 pertemuan, dimana 16 pertemuan mempunyai berkisar 25 referensi buku. Hampir ada Puluhan buku untuk dibahas dalam makalah presentasi di lokal. Mahasiswa akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kepada Dosen dan Rekan satu kelasnya. Dan harus bisa berargumen dengan data yang valid yang diperoleh dari sebuah teori.
Apakah Kuliah itu Sibuk sekali ?
Super sibuk, kalau memang benar-benar real untuk belajar.
Kuliah untuk mencari apa?
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang menuntut ilmu. Merupakan suatu argumen yang perlu Anda pegang dalam dada. Ga mungkin sia-sia dan walaupun menjadi bahan cibiran dari orang yang julid bahwa percuma kuliah kalau nanti begini, begitu dan lain-lain… tapi tenang dan yakinlah bahwa semua akan indah pada waktunya..
Perlu ada diferansiasi dulu…
pertama, kalau mau kaya biasanya ya harus kerja dulu, kedua, kalau mau pintar ya harus belajar dulu, ketiga, kalau mau selamat ya harus berdoa dulu. Begitulah kira-kira hukum alam yang ada di dunia ini.
Nah kalau yang Kuliah biar apa?
Yah biar pintar… betulkan begitu…
Yang menjadi PR sekarang adalah ilmu yang ada di Universitas semuanya tidak diterapkan di kehidupan secara realistis. Andaikan saja semua ilmu yang terkait di Kampus mengajarkan kehidupan nyata, maka dapat dipastikan kita jadi Negara Maju dan bukan Negara Berkembang.. Hehe…
Ilmu yang didapat tidak diterapkan yang jadi masalah, padahal teori sudah terbukti secara empiris namun masih ada ketakutan untuk berbuat.
Diawal ketahui dahulu apa yang dicari saat Kuliah? Apakah mencari teman, relasi, istri, ilmu, atau jabatan. Maka untuk diawal harap untuk di ingat-ingat mengapa Anda kuliah dan apa yang ingin digapai. Dan apapun niat yang ingin dicapai dengan usaha dan doa maka semesta akan memberikan jalannya.
Tetapkan dahulu apa yang ingin digapai…
Dizaman yang sudah banyak lulusan Sarjana sampai melebihi demand, merupakan sebuah anugrah juga untuk kita. Diberikan banyak lulusan Strata Satu menjadi salah satu hadiah untuk zaman ini, sebab di kalangan orang tua kita hampir merata hanya lulusan SD, SMP. Orangtua kita dulu sangat terbatas untuk memperoleh pendidikan.
Mestinya sekarang Anda harus bersyukur terhadap hal-hal edukasi yang mudah dijangkau.
Kemudian efektivitas sebuah pendidikan selanjutnya adalah bagaimana membuat sesuatu yang sudah dipelajari di terapkan dalam dunia kehidupan. Karena percuma kalau sudah menempuh jalan yang sulit kalau tidak sampai tujuan.
Ibarat mendaki ke sebuah lembah untuk mendapatkan air, sudah lelah-lelah melewati jalan yang sulit untuk mendapatkan air, dengan kendaraan melewati jalan terjal dan berpasir di tengah gurun pasir, sampai diperjalanan Anda lelah tidak menemukan air…. Sesaat Anda melihat ke kendaraan dengan Terkejut, ternyata kendaraan yang Anda Pakai adalah Kendaraan Galon Air. Ngapain juga capek-capek kalau ada Air di dekat Anda.
Semua yang ada di pelajaran Kuliah memang tidak serta merta akan diterapkan, mulailah dengan sesuatu yang simple saja.
Misalnya bangun pagi untuk berangkat, teliti terhadap suatu hal, mengerjakan tugas saat diberi, menolong teman saat kesusahan, masak mie instan saat akhir bulan…. Hehe. Gak, gak, yang itu jangan dicoba, ga sehat kalau sering-sering…
Sesuatu yang sudah ada di Kuliah tinggal di aplikasikan ke segmen real life. Se simple itu..
Ada banyak sekali yang mungkin sudah dilewati tanpa sadar, miliki sesuatu yang imajinatif, inovatif, dan optimis. Pada dunia nyata lebih power full daripada hanya pada sebatas teori yang ilusi. Praktek tanpa teori itu juga anarki..
Jangan juga hinakan teori, karena teori berasal dari praktek. Mesti Seimbang . seimbang akan mudah dikatakan tapi hampir sulit dilakukan. Tapi diusahakan sebisanya.
Baca Juga : Kesalahan Mahasiswa Kedua
Rangkuman
1. Ketahui dahulu apa tujuan Kuliah dan Gapai hal tersebut dengan usaha yang optimis
2. Terapkan apa yang sudah dipelajari saat di bangku Kuliah.
3. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang menuntut ilmu
Sekian, semoga membantu dan memberi manfaat…
