Kaya Menurut Islam seperti ini
Senin, 13 Juli 2020
Kaya Menurut Islam yang sebenarnya dipertanyakan beberapa tahun ini, kaya dalam islam pada sebagian orang islam ada yang keliru. Menganggap bahwa orang islam tidak boleh kaya dan harus miskin. Sebagian orang menganggap kaya adalah buruk, kaya adalah kejahatan, pernyataan seperti ini apakah benar? Bagaimana sebenarnya Islam memandang kekayaan?
Islam menganjurkan untuk mencari harta yang halal dan baik, dalam harta ada banyak keutamaan yang didapat. Rukun Islam sendiri mempunyai keterkaitan dengan harta seperti zakat dan haji. di samping itu ada wakaf, infaq , sedekah, semuanya sangat berkaitan dengan harta kekayaan. Anjuran Rukun Islam zakat pun di berlaku kepada orang-orang kaya saja, artinya bahwa islam menghendaki hambanya untuk menjadi insan kaya bukan?
Baca Juga : Nasehat Imam Syafi'e
Kaya Menurut Islam berdasar pada al-qur’an dan hadis. Dijanjikan akan mendapatkan Harta yang berlimpah bagi orang yang suka bersedekah.
Dalam hadis qudsi menyebutkan “Wahai anak adam berinfaklah dijalanku, maka Aku akan berinfaq untukmu” kata ulama hadis kalau Allah sudah berinfaq kepada mahkluknya dan di ayat lain, Allah kalau sudah memberikan rizki kepada seseorang maka tidak ada batasannya.
Apakah islam mengajarkan untuk jadi orang kaya dan berkecukupan? Jawabannya iya.
Dan keliru kalau islam mengajarkan miskin daripada kaya. Kita tahu misalnya bab zuhud, banyak orang salah dalam mendefiniskan zuhud. Banyak orang keliru mendefisinikan zuhud dengan meninggalkan dunia untuk akhirat, yang benar adalah mendahulukan akhirat dari dunia.
Menurut ustadz Khalid Basalamah definisi zuhud yang paling tepat di Surat Al-qasas ayat 77. Incarlah apa yang Allah janjikan di akhirat nanti, dan jangan lupa bagianmu dari dunia.
Dan kita tahu ayat perjuangan menolong orang diawali dengan bi amwalikum wa anfusikum, artinya dengan harta dan dengan jiwa.
Rasulullah pun memiiki harta seperti tanah, unta, kuda, pedang, baju besi, dan harta lainnya. Rasul saja kaya.
Dengan harta banyak keutamaan yang didapatkan, seperti kisah yang sohih “telah datang seseorang kepada baginda nabi beberapa sahabat yang miskin, lalu mereka berkata ya Rasulullah sahabat-sahabat kami yang kaya mendahului pahala kami, karena kami puasa mereka puasa, kami sholat mereka sholat”, tapi mereka punya pahala ektra dengan menginfaqkan hartanya kepada kami, ajarkan kepada kami amalan yang kalau kami kerjakan, kami juga akan menyamai pahala mereka.
Kata Nabi saw bacalah “subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, allahuakbar 33x, kalian akan mendapatkan pahala yang besar seperti Pahala orang-orang kaya yang berinfaq itu.
Rupanya hadis Nabi saw didengar oleh para sahabat yang kaya, mereka pun mengamalkan.
Datang lagi sahabat-sahabat yang miskin, “ya Rasulullah teman-teman kami yang kaya sudah dengar hadis itu”, maksudnya beritahukan kami amalan apa. Kata Nabi saw “itu karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang ia inginkan”.
Kaya Menurut islam berdasarkan hadis itu dapat diambil kesimpulan ialah, memang ada fadilah bagi orang-orang kaya.
Lebih mudah bersedekah, lebih mudah mengeluarkan zakat, lebih ringan untuk wakaf,lebih mudah berinfaq, dan lebih mudah untuk naik haji, itu adalah beberapa Fadilah atau keutamaan orang kaya yang tidak didapatkan selain pada orang kaya saja.
Sebuah hadis berbunyi seperti ini, “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah swt daripada mukmin yang lemah”
Dalam seminar yang kami ikuti bahwa umat islam harus kuat, yang artinya kuat ialah harus kaya hati, harta dan ilmu. Kaya harta menjadi patokan umat islam pada abad ini, belakangan 10 orang terkaya Indonesia hanya beberapa yang masuk nominasi padahal anjuran untuk menjadi kuat dalam islam sudah ada. Kaya menurut Islam harus kuat. Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah swt daripada mukmin yang lemah.
Memang untuk menjadi kaya bukan perkara yang mudah, tidak instan, perlu proses. Dibutuhkan waktu, energy, dan usaha yang lebih extra. Namun itulah yang perlu dilalui untuk mendapatkan derajat yang tinggi di dunia. Bekerja untuk ibadah merupakan esensi dalam mencari harta.
Baca Juga : Begini Cerdas Menurut Islam
Rangkuman
1. Berjuang dengan Harta didahulukan dalam Islam
2. Rukun Islam berkaitan dengan Harta, seperti Zakat dan Haji
3. Ada Keutamaan Bagi Orang Kaya saja
4. Anjuran untuk Kuat dalam Harta
5. Rasul juga kaya.
Sebaiknya mulai hari ini kita mulai tidak santai dalam perkara ini, menurut islam kaya merupakan hal yang baik, esensi bekerja pun dalam islam adalah ibadah. Sebaik-baiknya harta adalah harta yang berada pada orang mukmin, sebab ia akan mengeluarkan haknya tanpa disuruh orang lain.
Semoga ini menyadarkan kita sebagai hamba dan ummat yang sekarang akan segera mendapatkan fadilah harta berlimpah dan berkah.
![]() |
| Kaya Menurut Islam |
Baca Juga : Nasehat Imam Syafi'e
Kaya Menurut Islam berdasar pada al-qur’an dan hadis. Dijanjikan akan mendapatkan Harta yang berlimpah bagi orang yang suka bersedekah.
Dalam hadis qudsi menyebutkan “Wahai anak adam berinfaklah dijalanku, maka Aku akan berinfaq untukmu” kata ulama hadis kalau Allah sudah berinfaq kepada mahkluknya dan di ayat lain, Allah kalau sudah memberikan rizki kepada seseorang maka tidak ada batasannya.
Apakah islam mengajarkan untuk jadi orang kaya dan berkecukupan? Jawabannya iya.
Dan keliru kalau islam mengajarkan miskin daripada kaya. Kita tahu misalnya bab zuhud, banyak orang salah dalam mendefiniskan zuhud. Banyak orang keliru mendefisinikan zuhud dengan meninggalkan dunia untuk akhirat, yang benar adalah mendahulukan akhirat dari dunia.
Menurut ustadz Khalid Basalamah definisi zuhud yang paling tepat di Surat Al-qasas ayat 77. Incarlah apa yang Allah janjikan di akhirat nanti, dan jangan lupa bagianmu dari dunia.
Dan kita tahu ayat perjuangan menolong orang diawali dengan bi amwalikum wa anfusikum, artinya dengan harta dan dengan jiwa.
Rasulullah pun memiiki harta seperti tanah, unta, kuda, pedang, baju besi, dan harta lainnya. Rasul saja kaya.
Dengan harta banyak keutamaan yang didapatkan, seperti kisah yang sohih “telah datang seseorang kepada baginda nabi beberapa sahabat yang miskin, lalu mereka berkata ya Rasulullah sahabat-sahabat kami yang kaya mendahului pahala kami, karena kami puasa mereka puasa, kami sholat mereka sholat”, tapi mereka punya pahala ektra dengan menginfaqkan hartanya kepada kami, ajarkan kepada kami amalan yang kalau kami kerjakan, kami juga akan menyamai pahala mereka.
Kata Nabi saw bacalah “subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, allahuakbar 33x, kalian akan mendapatkan pahala yang besar seperti Pahala orang-orang kaya yang berinfaq itu.
Rupanya hadis Nabi saw didengar oleh para sahabat yang kaya, mereka pun mengamalkan.
Datang lagi sahabat-sahabat yang miskin, “ya Rasulullah teman-teman kami yang kaya sudah dengar hadis itu”, maksudnya beritahukan kami amalan apa. Kata Nabi saw “itu karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang ia inginkan”.
Kaya Menurut islam berdasarkan hadis itu dapat diambil kesimpulan ialah, memang ada fadilah bagi orang-orang kaya.
Lebih mudah bersedekah, lebih mudah mengeluarkan zakat, lebih ringan untuk wakaf,lebih mudah berinfaq, dan lebih mudah untuk naik haji, itu adalah beberapa Fadilah atau keutamaan orang kaya yang tidak didapatkan selain pada orang kaya saja.
Sebuah hadis berbunyi seperti ini, “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah swt daripada mukmin yang lemah”
Dalam seminar yang kami ikuti bahwa umat islam harus kuat, yang artinya kuat ialah harus kaya hati, harta dan ilmu. Kaya harta menjadi patokan umat islam pada abad ini, belakangan 10 orang terkaya Indonesia hanya beberapa yang masuk nominasi padahal anjuran untuk menjadi kuat dalam islam sudah ada. Kaya menurut Islam harus kuat. Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah swt daripada mukmin yang lemah.
Memang untuk menjadi kaya bukan perkara yang mudah, tidak instan, perlu proses. Dibutuhkan waktu, energy, dan usaha yang lebih extra. Namun itulah yang perlu dilalui untuk mendapatkan derajat yang tinggi di dunia. Bekerja untuk ibadah merupakan esensi dalam mencari harta.
Baca Juga : Begini Cerdas Menurut Islam
Rangkuman
1. Berjuang dengan Harta didahulukan dalam Islam
2. Rukun Islam berkaitan dengan Harta, seperti Zakat dan Haji
3. Ada Keutamaan Bagi Orang Kaya saja
4. Anjuran untuk Kuat dalam Harta
5. Rasul juga kaya.
Sebaiknya mulai hari ini kita mulai tidak santai dalam perkara ini, menurut islam kaya merupakan hal yang baik, esensi bekerja pun dalam islam adalah ibadah. Sebaik-baiknya harta adalah harta yang berada pada orang mukmin, sebab ia akan mengeluarkan haknya tanpa disuruh orang lain.
Semoga ini menyadarkan kita sebagai hamba dan ummat yang sekarang akan segera mendapatkan fadilah harta berlimpah dan berkah.
