Kuliah dan Impian

Kuliah adalah salah satu impianku saat di Pesantren, aku sangat bersyukur sama Tuhan mengabulkan permohonanku lima tahun yang lalu. Mengenyam sebuah pendidikan di bangku Kuliah sangatlah berkesan, bisa bertemu dengan banyak hal yang diferen dari tempat tinggalku dulu.

Kuliah dan Impian
Bersyukur bisa Kuliah
Baca Juga : Kesalahan Mahasiswa Yang Pertama

Lihatlah tanganku yang sudah memakai jam tangan, tanda nya kini bagiku bahwa waktu lebih berharga daripada emas. Contohnya Hal berharga mungkin akan selalu diingat oleh seseorang. Ia akan mengingat secara detail yang mungkin tidak bisa diingat oleh orang lain hal itu adalah salah satu tanda waktu lebih berharga daripada emas.

Waktu lebih beharga dari pada emas merupakan sebuah ungkapan yang mudah untuk dikatakan, namun sedikit sulit dilakukan. Walaupun sedikit sulit dilakukan bukan berarti mustahil untuk ditunaikan kan. Pr kita adalah bagaimana membuat hari-hari menjadi waktu yang lebih beharga dari emas.

Orang-orang di luar negeri sangat menghargai waktunya, jika membuat janji kepada relasinya ia akan datang lebih awal hal ini dilakukan orang barat dan orang jepang. Beda sama kita yang mungkin kalau datang selalu ngundurin waktu. Saat meeting berlangsung malah di buat janji lebih awal, dibuat time 12.45 wib, supaya dapat datang dan molor ke jam satu. Udah ketebak… untungnya Ketua selalu tahu budaya ini, jadi Ketua mengakali dengan bijak. Dan anehnya masih ada juga yang telat.. hehe mungkin buat ke jam 12.05 di lain kali…hehe

Balik lagi ke kuliah dan impian, setelah kuliah teman-temanku ada yang lanjut S2 ke Luar Negeri dan ada juga yang bekerja di sebuah perusahan besar yang masing-masing punya jalan masing-masing. Ada yang kupelajri dari mereka, bahwa niat baik dan tulus harus dipupuk tiap hari. Sebab alam semesta akan memberikan jalannya kepada insan tersebut. simple sekali ya…

kalau punya niat baik, harus dipupuk tiap hari karena alam semesta akan memberikan jalannya kepada kita. Mengetahui hal tersebut, aku beranjak dari tempat duduk dan menulis apa yang akan menjadi niat baik dan tulusku. Teringat juga aku dengan sebuah hal dari seseorang, bahwa jika niat tersebut tidak terjadi maka jangan sedih, cobalah di lain kesempatan. Roda selalu berputar kelak kalau bersabar akan diberikan jalan keluar, dan kalau gagal jangan sedih mulailah dari yang Anda tahu.

Sebenarnya aku hanya menjalani setiap hal yang diberikan dengan usaha sebisanya. Kalau terlalu berharap terlalu jauh persentase nasib belum memadai mana mungkin terjadi. Menjalani sebisanya sebuah ungkapan rendah hati yang sarat makna. Yang kalaupun dijalani nanti akan bisa juga. Jalani sebisanya dapat dilakukan oleh semua orang. Walaupun diawal blm bisa, jika dijalani hasilnya jadi bisa juga. Proses berfikir yang subjeknya adalah jalani aja.

Kalau orang naik gunung ia akan mengerti arti sebuah jalani aja dulu, dari bawah kaki gunung di pos awal dimulai perjalanan. Kalau tinggi sampai 3000 MDPL maka bisa dikatakan berjalan sampai menghabiskan 6 sampai 7 jam perjalanan. Dalam perjalanan akan banyak menguras energy, rasanya capek dan lelah sampai dirasa ingin turun lagi ke bawah dan berhenti.

 Jika sudah di puncak melihat panorama indahnya pemandangan dari atas, semua perjalanan panjang itu akan terlupakan dengan memori keindahan pemandangannya. Anggap saja berfoto di atas puncak sambil melihat matahari. Nah dengan fotonya sudah terbayar semua hal yang lelah dan capek tadi, yang semuanya bermula dari jalani aja dulu.

Sama seperti kita, apapun impian kita biarlah Tuhan yang merestuinya. Walaupun diangap mustahil dan dicibir orang lain, biarkan dan jalani saja sampai dapat menemukan hal yang diimpikan mulai dekat. Apa impian Anda mari jalani aja dulu…

Jalani aja dahulu sampai sudah melihat pemandangan yang indah seperti saat naik ke puncak gunung, di atas bisa melihat beberapa pemandangan yang indah. Namun setelah di puncak jangan lupa untuk pulang, ingatlah untuk pulang, ingatlah kampung halaman yang sebenarnya… Kamu hanya menikmatinya sejenak, bukan untuk dinikmati selamanya. Itulah kesempatan sebagai modal untuk pulang ke tempat asal.

Baca Juga : Kesalahan Mahasiswa Yang Kedua

Kesimpulannya :
1. Niat baik harus dipupuk tiap hari
2. Jalani semampunya
3. Jalani sampai puncak
4. Menghargai waktu
5. Jangan Lupa tempat kembali

Memupuk impian mesti dilakukan secara berkala, semampunya dilakukan dan dijalani, jalaninya sampai puncak dengan menghargai waktu, dan jangan lupa tempat kembali kalau sudah di puncak.

Sekian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel