Kesalahan Mahasiswa Yang Pertama

SEMBARANGAN PILIH JURUSAN

Setelah tamat dari sekolah SMA/SMK/Sederajat maka memilih jurusan saat kuliah merupakan hal yang paling krusial. Dimana seseorang diberikan kesempatan untuk menentukan apa yang dipelajari 4 tahun kedepan. Jika asal pilih jurusan akibatnya membuat prestasi menjadi meredup laksana lampu pijar yang kehabisan cahaya berlahan. Mirisnya ini merupakan fakta dimana banyak mahasiswa Indonesia salah dalam memilih jurusan. 

Taukah kamu berdasarkan Riset bahwa Mahasiswa Indonesia Sebanyak 87% mengakui bahwa jurusan yang mereka ambil tidak sesuai dengan minatnya, dan 71% pekerja yang memiliki profesi tidak sesuai dengan pendidikannya ini adalah Fakta baru ICCN (Indonesia Career Center Network) Tahun 2017. Andaikan semua mahasiswa mendapatkan jurusan yang di inginkan dan sesuai dengan bakatnya maka dapat dipastikan hal tersebut bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi dirinya.

Ada yang bilang, katanya kuliah itu seperti :
Kayak Film Sinetron di FTV…. Alur ceritanya yang Sangat menyenangkan nggak perlu Pakai Seragam Sekolah Yang Resmi, Kemudian Bonusnya Seperti di FTV Bisa menemukan Pacar. yang alur ceritanya begini “ Tabrakan ga sengaja sama dengan cewek cantik dan kenalan. Kemudian jumpa lagi dilain kesempatan, ceweknya kena rampok penjahat di terminal, terus ditolong sama cowoknya. Dan jadian deh mereka” indah ya…
Ada yang bilang Kuliah itu nanti Lebih Bebas daripada Sekolah SMA/SMK/Sederajat seperti dulunya, nanti kita punya banyak waktu luang, terus biar bisa main-main dan jalan-jalan dan nggak diatur lagi sama siapun. Pokoknya asik deh...
Ada juga yang bilang kuliah itu kayak makan kacang, enak dan gurih tinggal makan aja. Badan makin sehat dan makin kuat bertenaga. kacangnya dimasak pakai resep yang sangat nikmat dan disajikan dipiring siap saji, terus ditemani dengan nonton film drakor (drama korea) lee min ho....


Tidak ada yang salah dengan analogi diatas, memang demikian. Yang jadi masalah adalah ketika kita menelan mentah-mentah analogi tersebut. Yang terjadi adalah :

Karena banyak Saingan sama orang-orang di Kampus jadinya tidak Pacaran. Mana... yang katanya tabrakan jumpa cewek cantik terus jadian?? Nggak ada....? malah adanya temen ku ga sengaja tabrakan sama orang kendaraannya minta didempul Rp.1.000.000 karena lecet kendaraannya... alamak...
Pas masuk Kuliah untuk lebih bebas? Kenyataannya malah lebih sibuk dari masa Sekolah SMA/SMK/Sedejajat. Sibuk untuk menyelesaikan Ujian praktek dan tugas-tugas yang setiap harinya pasti ada. Yang katanya bisa bebas dan bisa jalan-jalan nggak ada... kecuali waktu liburan kuliah aja.. beuh..
Pas coba masuk Kuliah kayak makan kacang? Gurih dan enak? Kenyataannya hanya pada orang-orang tertentu, dan orang Itu karena mereka hanya tinggal mengulang materi di SMA/SMK yang dulunya sudah dipelajari. Berbeda dengan kamu yang belum tau apa-apa sedikit pun, terus dimana letak kacangnya?? iya masih tetap kacang, tapi masih ditanam dan mentah.. duh..

Lagi pula apa penyebab salah jurusan? Mari simak beberapa poin yang sering menjadi alasan mengapa salah jurusan.

1. Ngikuti Teman
Suatu hari ada seorang mahasiswa yang namanya acul, anaknya tidak terlalu pintar dan tidak terlalu bodoh dalam pelajaran. Saat Setelah Kelulusan SMA ia mengikuti temannya yang memilih jurusan yang saat itu sedang ramai dipilih sebab akan terlihat lebih keren untuk didengar. Acul memilih jurusan Kedokteran. Singkat cerita sampailah ia di semester akhir yang sebenarnya ia selalu menyembunyikan bahwa ia tidak suka dengan jurusan tersebut.  bahwa ia punya phobia terhadap darah. Sampai pernah waktu praktek kepalanya agak pusing karena berhadapan dengan hal-hal yang berkaitan dengan darah, jarum suntik, dan infus. Hal tersebut diungkapkan nya kepada orang tua nya, ia menjelaskan bahwa ngikutin teman adalah alasan ia memilih jurusan kuliah ini. Maka ia berhenti di jurusan tersebut ditambah lagi memang sangat banyak juga pelajaran yang harus dipelajari seperti satu organ dibahas dan diujiankan tiap minggunya.

Kalau kuliah hanya ngikutin orang lain tanpa mengerti apapun itu namanya anarki, yah kalau bisa ngikutin orang itu prestasinya bukan ngikuti jurusan yang terdengar keren doang. Kuliah kita harus punya komitmen apa yang di unggulkan jika terfokus pada keunggulan diri sendiri nanti hasilnya bakalan oke.

Kuliah kalau ngikuti teman sih boleh saja, kalau punya semangat dan hoby yang sama. Kalau punya tujuan yang sama Ngikutin Teman menjadi wajib kalau bisa bertumbuh naik level. Jangan pula punya teman yang nggak bisa membuat bertumbuh naik level, dan sebaliknya jadi turun level.  Carilah teman yang mengajak kepada kebaikan dan produktif apalagi di zaman sekarang teman yang baik sudah hampir punah. Dan untuk fokus terhadap keunggulan diri sendiri bagaimana caranya? Yang tau hanya anda sendiri, contoh kecilnya begini sekarang mungkin anda mulai memikirkan keunggulan anda, nah itu adalah salah satu keunggulan. Misalnya anda memikirkan tentang “rajin, pintar, komunikatif, ideal, realistis, agamis, cerdik, kuat, penyayang” apapun itu. Atau misalnya anda belum menemukan keunggulan anda, cobalah untuk “diam sejenak” dan “tanyakan pada diri sendiri” dalam keheningan doa. 

Ngikutin teman boleh aja, asalkan itu memang komitmen Anda dari awal, dan menyelesaikan kuliah dengan maksimal, karena prestasi mungkin saja mudah Anda dapatkan di bangku kuliah. Bersama-sama melangkah kearah yang lebih baik untuk masa depan yang cerah.
Yang nggak boleh itu hanya mengikuti teman secara buta, maksudnya hanya jadi pengikut dan Anda memang sama sekali belum mempunyai pengalaman tentang dasar ilmunya. Jadinya malah membuat Anda repot sendiri.

Kalau ngikuti teman untuk menjadi lebih smart itulah yang bagus, apalagi untuk masalah belajar dalam bangku kuliah. Seru nya yah waktu presentasi makalah di depan, berasa seperti menjadi dosen yang mengajari suatu tema. Dan disela presentasi dibuka sesi Tanya jawab dari audiens. Nah terkadang ada teman kampret yang sudah tau jawabannya tapi masih ditanya juga. Dan masalahnya cuma dia yang tau jawabannya karena rujukan buku dia lebih banyak dan lebih luas. Dan itu asyik suasananya. Setelah presentasi makalah selesai. Mulai hal yang ini terjadi. Apa itu?

Setelah materi selesai Kami seperti meriview atau mengkaji ulang alur cerita saat presentasi makalah tadi. Misalnya “gilak ya si neneng pintar bgt dia ngasih pertanyaan” “untungnya cuma dua sks kalau nggak bisa berabe kite sebagai pemakalah”. Hari itu setiap kumpul kami berbagi dan sharing cerita, itulah yang kami ceritakan. Apalah daya sekarang zamannya mahasiswa tema nya udah berubah karena game jadinya begini. “Gila ya si Miya nya Pro banget skillnya” “iya bro, untung sekali  match ini tower kita masih utuh” hehe… 

Poin disini ialah ngikutin teman boleh asalkan punya kredibilitas dan mengajak ke arah yang positif. Pepatah ada yang mengatakan jika kamu mencari teman yang sempurna maka bersiaplah akan kecewa. Temani semua orang yang ada niscaya akan banyak mengetahui apa saja yang bisa dijadikan contoh dan apa saja yang tidak boleh dijadikan contoh. Kalaupun tidak suka dengan orang, maka bencilah sikapnya, karena sikapnya yang membuat orang tidak nyaman. Jangan benci orangnya. Dan doakan aja orangnya semoga cepat sadar.

Ngikuti teman untuk beramal itu yang paling asyik kayaknya. Lah soalnya beramalkan bisa menjadi pahala, satu amal dibalas dengan sepuluh kebaikan.
Area teman itu sangat sentral, dimana jika ingin mengetahui bagaimana diri seseorang itu hanya dilihat bagaimana temannya. Nah lho. Apakah kamu orang yang bagaimana? Kalau Anda berkata begini, begini, bla,bla,bla belum tentu itu benar. Tapi kalau Anda berteman kepada siapa saja maka itu merepresentasikan diri Anda sendiri. Nah sekarang coba lihat apakah teman Anda mengarah kearah produktif atau gimana? 

Saya suka istilah begini, “kalau Anda berkumpul dengan orang yang pandai besi maka Anda akan kena apinya, nah kalau Anda suka berkumpul dengan orang penjual parfum maka Anda akan kena Harumnya. Nah kalau suka ngumpul dengan orang yang suka mobile legend maka Anda akan kena mobile legend nya , hahaha…. Saya udah move on kok, wkwkwk. Tapi beneran udah gak pernah main game online lagi. 

Aku pribadi punya teman produktif, yang mana waktu dulu memang sama sekali aku nggak bisa berenang. Nah temenku ini ada yang bisa berenang dan jago bener. Saat itu sering aku ikut mereka berenang di kolam renang. Lucunya aku memang gak tau bagaimana caranya mengapung, mengambil nafas di atas, apapun itu tentang dunia perenangan. Aku memang nggak bisa berenang asli. Dan temen-teman usil mendorongku ke kolam renang dan byur….. aku nyempung ke air, tenggelam sampai dasar dan aku segera ke permukaan dengan sekuat tenaga. Dan saat itu aku menyetujui istilah-istilah itu. Temenan sama grub perenang bakalan kena air. Wkwk. Dalam sebulan akhirnya sudah bisa berenang,  mengapung di air dan bisa mengambil nafas di atas. Sungguh produktif sekali temanku.

Ngikuti teman untuk produktif saja, jangan ngikuti teman sembarangan. Nah kalau sudah terlanjur ambil jurusan tersebut maka ya selamat Anda harus menyelesaikan tugas Negara dengan baik. Karena jurusan itu bukan segalanya, kalaupun salah jurusan maka itu bukan berarti anda tamat. Ingat bahwa salah jurusan itu sebagai cambukan diri agar lebih hebat lagi kedepannya. Yang terpenting Anda belum berhenti untuk berjalan. Habiskan dan finishkan perjalanan sampai ke puncak yang mempunyai arti. Ikuti teman untuk menjadi pro. Bukan noob. Hehe.

Ya sebelum masuk perkuliahan ada baiknya mencari informasi yang lengkap, digunakan untuk referensi mengambil jurusan sehingga sangat siap untuk melangkah. Sehingga mengikuti teman bukan sebuah kompenen yang sangat penting. Intinya mengikuti teman secara buta yang mana Anda sama sekali tidak minat dengan jurusan tersebut adalah anarki. Semoga teman menjadi support untuk kuliah tapi bukanlah hal terpenting untuk memilih jurusan. Poin selanjutnya adalah kurang informasi yang sebentar lagi diketahui dari mana saja mendapatkan informasi yuk silahkan lanjutkan membaca.

2. Kekurangan Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat urgen/penting pada saat di era 20 an ini. Ketersediaan internet merupakan salah satu sumber yang dominan dalam mendapatkan informasi. Namun masih ada dari kita yang kurang sadar akan pentingnya hal ini. Misalnya ada dua orang yang sama-sama ingin mendirikan sebuah rumah di satu pulau. Andi dan Bono saling mempunyai peralatan dan kemampuan membangun rumah yang sama. Namun si Andi mendapatkan informasi dari tanda/lambang di pohon hutan.

Ada tanda peringatan di area tersebut, Arti lambang tersebut mengindikasikan bahwa tanda agar jangan membangun rumah di sekitaran mulut sungai tapi dihimbau untuk membangun bangunan di atas bukit. Hal ini diketahui oleh si Andi. Maka dihari yang sudah ditentukan mereka berdua pun membangun bangunan di tempat yang berbeda. Si Andi membangun rumah di atas bukit karena ia tahu adanya info penting yang posisinya di atas, sementara si Bono membangun rumah di mulut sungai yang datarannya dibawah, tepat di samping aliran sungai.

Pada saat malam hari, hujan deras pun turun dengan derasnya yang mampu menggenangi sungai sampai melimpah, lantas si bono melihat hal ini menjadi khawatir akan rumahnya yang digenangi air sungai. Dalam sejam rumah nya Bono hanyut terbawa arus sungai. Sedangkan Andi malam itu tidur dengan nyenyak dan nyaman dalam mimpi yang indah karena rumahnya tidak terkena hal yang buruk.
Cerita tersebut akan membuat seseorang untuk lebih memperhatikan sebuah informasi. Dalam dunia Napi di penjara, informasi adalah uang. Yah, mereka menjual informasi dengan mahal karena mereka tahu makna bahwa informasi sangat berharga dan mahal, dan siapa yang ingin untuk mendapatkan info harus membayar terlebih dahulu. 

Sama hal nya dengan dunia perkuliahan, ada beberapa di temui mahasiswa sering mengumbar-umbarkan informasi judul skripsi. Padahal judul skripsi tersebut belum di ajukan di jurusan dan sudah cerita kemana-mana. Akibatnya, teman-temannya pun yang lebih disiplin mengajukan judul terlebih dahulu. Yang jadi persoalan judul skripsinya diterima… sehingga judul skripsi tersebut sudah diambil oleh orang lain. hehe… saya yakin pasti ada yang begini.
Itulah untuk antisipasi kalau sudah punya judul skripsi harap disimpan sendiri, dan jangan diceritakan ke orang lain. oke.. kalau ada yang nanya seberapa penting sebuah informasi maka mintalah bayaran ya… hehe. Karena informasi adalah uang dan selayaknya informasi hanya di berikan kepada orang-orang yang membutuhkan dengan catatan urusan kuliah Anda sudah beres semuanya. Dimana saja akan ada aturan yang mesti di patuhi. Informasi dalam kuliah sangat penting.
Informasi akan mempresentasikan dalam mengambil keputusan. Jadi informasi adalah sebagai sumber untuk memilih jurusan, saking banyak informasi yang didapat maka makin banyak referensi, jika makin banyak referensi maka makin efektif untuk purpose. Mendapatkan informasi bisa melaui teman, sahabat, orang tua, media social seperti fb, wa, ig, dari google, dari youtube, dan lain sebagainya. Sehingga nanti akan menjadi bahan pertimbangan yang cocok dengan tujuan masing-masing individu. 
Buku juga merupakan salah satu media untuk mendapatkan informasi, buku bisa didapatkan melaui perpustakaan, gramedia buku, toko buku ataupun dari tempat sekolah. Dari buku itu Kita bisa mendapatkan acuan deskripsi untuk jurusan apa yang hendak kita inginkan. Dari informasi itu menggambarkan pelajaran apa saja nanti yang akan kita pelajari selama tiga tahun kedepan. Mengetahui bagaimana pelajaran yang akan di temui menjadi modal yang baik untuk calon mahasiswa. Apalagi untuk mengetahui bagaimana sistem pembelajaran pada perkulihan.
Pembelajaran pada perkuliahan menggunakan :

1. Jam SKS dan dalam satu semester paling banyak 24 SKS, 
2. Ujian kadang menggunakan ujian lisan dan tulisan, 
3. Materi kuliah 16 pertemuan diawal diberi tahu dosen yang sering diistilahkan dengan nama “silabus”
4. Adanya presentasi makalah, penilaian nilai hanya pada sekitar absen 30%, UTS 35%, UAS 35%, 
5. Dekat dengan dosen paling fundamental, 
6. Belajar di kampus tidak disuapin seperti di SMA/SMK/Sederajat, 
7. Belajar Mandiri untuk memahami materi
8. Diskusi di kelas sangat berarti daripada hanya membaca di buku.
 
Biasanya orang salah pilih jurusan karena kurangnya informasi saat hendak memilih jurusan, kurangnya informasi sangat mempengaruhi dan sangat fatal. Di zaman sekarang yang banyak kemudahan semestinya bisa meminimalisir kesalahan salah jurusan. Dengan internet semua orang bisa terhubung ke seluruh dunia. Bahkan orang yang dikampung saja mampu untuk kuliah ke Luar Negeri hanya bermodalkan informasi dari Hp Androidnya. 
Disamping itu terdapat beberapa hal yang menandakan kurang minatnya pembelajar bisa di antisipasi untuk pribadi yakni :

Tanda-Tanda Kurang Minat
1. Lebih memilih duduk dibelakang bukannya di depan
2. Tidak pernah memperhatikan dengan saksama
3. Mudah mengantuk
4. Sering Mengabaikan Tugas
5. Terlambat 

Semoga hal ini memberikan makna agar tidak salah memilih jurusan.

3. Dipaksa Orang tua


Dimana-mana jika seseorang dipaksa melakukan sesuatu hasilnya tidak akan bertahan lama atau bahkan hasilnya kurang maksimal. Orang tua berhak memberikan nasehat tapi bukan keputusan akhir. Kadang orang tua merasa sudah memberikan apa yang anak mau, namun sebenarnya bukan itu yang di inginkannya. Berharap agar dia menjadi lebih baik boleh saja, tapi bukan orangtua juga yang milih kan... wkwk. Soalnya yang menjalani samudera tugas dan badai ulangan bukan orang tua, melainkan anaknya sendiri. 

Restu kedua orangtua sangat berarti dan mujarab menjadi obat, apalagi doanya orangtua ke anaknya. Sungguh seperti keajaiban jika doa anak dan doa orangtua menyatu dalam poros yang sama. Itu membuat arah perjalanan menjadi gampang, enteng, ringan dan lancar, car, car.... meminta doa orangtua sangat dianjurkan. Sebab itu tiket untuk masuk kedalam kemudahan dalam perjalanan kemana pun termasuk dalam memilih jurusan.

Jurusan kuliah yang diambil mempunyai konsekuensi masing-masing, jika tidak peka terhadap hal ini nantinya akan berdampak pada anak sendiri. Pilihan tepat terhadap jurusan memberikan semangat dan kerja keras yang alami. Nantinya orang tua akan bangga dengan prestasi yang didapatkan anaknya. Itu harapannya orang tua. Orang tua akan memberikan yang terbaik buat anaknya, maka wajar saja jika orang tua mempunyai pandangan sendiri. Lantas bagaimana jika misalnya kalau orang tua yang menentukan jurusan si anak? 

Mungkin agak kurang tepat jika orangtua yang menentukan jurusan sih. Yang tepatnya jika saling dialog, dan saling tukar pikiran jurusan apa yang pas buat kita. Kita yang memberikan pertanyaan kepada orangtua. Atau setidaknya minta izin dulu ke orangtua biar berkah dan lancar ke depannya.
Sudah ingatkan berapa persentase orang salah jurusan? Diatas 60%  Nah, tulisan Ini untuk meminimalisir tambahan yang salah jurusan, dengan adanya info ini bisa dipertimbangkan kedepannya. 

Kalau sudah tepat dalam memilih jurusan maka akan sangat banyak dampak yang diterima. Misalnya prestasi yang baik, ip yang tinggi, dan nyaman dalam mengikuti perkulihan. Yakin masih mau salah jurusan? Semoga dengan tulisan ini tidak akan ada lagi alasan salah jurusan karena dipaksa orangtua. Toh buku ini sudah ada ditangan kamu. Mungkin inilah tanda bahwa kamu akan lebih punya kesuksesan dimasa depan.

Kita harus berkikap baik kepada orang tua dan jangan sekali-kali mengatakan “ah” kepada mereka. Kadang menghadapi orang tua harus pintar-pintar. Lucunya lebih mudah untuk minta maaf daripada minta izin. Hehe… mereka yang tidak dikasih izin sering mengatakan hal itu.
Naifnya zaman sekarang masih ada yang berfikir bahwa kebahagian itu yang tau hanya orang tua, Termasuk keinginan anak untuk kuliah di jurusan yang hendak diambil. Oke memang orang tua akan tau semuanya itu hanya berlaku di “dalam rumah” hehe… soalnya sering sih kalau ada benda yang hilang di rumah, misalnya kunci, gunting, kaos kaki, atau yang kecil seperti jarum. 

Orang tua akan tau “lokasinya” sungguh hebat sekali, bagaikan magis. Apakah itu memang kemampuan yang akan dimiliki oleh ibu-ibu di seluruh negeri Khususnya 62. Hehe…
Banyak orang tua yang selalu bekerja siang malam untuk anak, berdoa siang amalam untuk anak, semuanya agar berusaha menjadikan anak sebagai penerus yang baik. Aku rasa itu yang pas. Doa orang tua selalu untuk anaknya, dalam ributnya dia berdoa, dalam diamnya dia berdoa. Sedangkan si anak kadang Cuma sekali berdoa itupun waktu idul fitri. Wowo naïf sekali.

Dari orangtua anak belajar bahwa kadang cinta itu nggak perlu kata-kata, tapi tindakan nyata, kerja, kerja,kerja… itulah cinta ayah. Hehehe… beda dengan ibu ungkapan cintanya kadang berbentuk bangunkan saat jam enam pagi, dan bilang ke aku bahwa itu jam tujuh, saat terbangun ternyata jam lima. Kadang bahasa itu nggak bisa ditangkap oleh anak kecil yang masih bocah. Hehehe... sedangkan anak rasa cintanya kadang berbentuk prestasi sekolah yang membanggakan dan itu juga nggak pernah dimengerti orang tua.,, hehehe…

Pintu kemudahan berasal dari orang tua, hanya saja sering sekali anak mengabaikan restu dari orangtua. Yah itulah banyak sih yang awalnya seret dengan meminta restu orangtuanya semuanya jadi lancer lar lar…. Kadang kuality time itu sangat perlu, maksudnya kualitas jam, disitulah berkumpul orangtua, serta anak untuk berbincang hal yang penting atau sekedar bercakap-cakap. Soalnya uang saja tidak akan pernah bisa menggantikan posisi waktu orangtua. Sebenarnya oranngtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya tapi caranya kurang tepat untuk zaman sekarang. Menyesuaikan zaman memang hal yang perlu diamati.

Mematuhi perintah orang tua hukumnya wajib, dan sangat dianjurkan untuk tidak melanggarnya. Karena ridha Allah tergantung ridha orangtua. Kalau bisa saat ada kesulitan terhadap apapun minta restulah kepada orang tua, insyaallah sesuatu yang sulit itu menjadi lancer. Amien… jangan pernah sepelekan ridha dari orang tua. 

Ada seseorang anak yang saat dalam pekerjaannya mempunyai masalah dan kesulitan lantas sebelum berangkat kerja ia mampir ke rumah orang tuanya untuk meminta ridha agar pekerjaannya diberikan kelancaran dan kemudahan. Setelah itu besoknya ia ke kantor untuk masuk kerja. Saat masuk kantor menemui manegernya, sesuatu kesulitan yang hendak menimpanya sesaat menjadi kemudahan urusan. Dan sama sekali tidak ada hambatan. Ternyata begitu dahsyatlah ridha orang tua. Nah dari itu mulai sekarang datangi orangtua jika setiap kali ada hal mintalah ridha orangtua, karena ridha Allah termasuk ridhanya orangtua.


Suatu saat kita akan menjadi orangtua, untuk sekarang memang belum merasakan bagaimana rasanya menjadi orangtua. Rasa sayang orang tua ke anaknya sangatlah besar pantas saja kalau orangtua ikut andil dalam masa depan anak apalagi dalam memilih jurusan. Jurusan yang dipilih sebaiknya dibicarakan ke anak dan anak pun harus mengetahui konsekuensinya. Dan siap menjalani sampai lulus dengan maksimal. 

Kemudian yang kedua ialah harus ada pemeriksaan tugas dari orangtua, soalnya si anak suka harus diingatkan untuk menyelesaikan tugasnya. Maklumlah kalau tidak di periksa akan menjadi lalai dan molor dan dikerjakan satu hari sebelum dikumpul. Atau istilah SKS (Sistem Kebut Semalam) itu sebuah aktifitas yang sangat disayangkan. Karena menunda dihari sebelumnya terpaksa mengejar target dalam satu malam harus selesai. 
 
Dalam belajar yang berat hanya merasa seperti ada yang mengawasi kalau tugas belum selesai, sehingga kalau hendak ingin lepas tugas akan timbul rasa tanggungjawab dalam diri si anak kuliahan. Nah PR nya hanya bagaimana menimbulkan rasa tanggungjawab kepada anak kuliahan supaya menghindari penundaan.

Kalau dipaksa memilih jurusan rada kurang bagus mending arahkan kepada hal yang lain yang lebih ada impact nya, misalnya suruh untuk cari informasi apa saja terkait jurusan, suruh siapa orang yang sudah lulus dari jurusan tersebut, suruh untuk cari univ mana saja yang bagus praktikum jurusannya. Lah kalau asal pilih aja tanpa tau alasan yang konkrit yang ada nanti malah terkejut. Hehehe…. 
Intinya yang disebut itu sih,  jangan mau kalau asal pilih jurusan dan berujung penyesalan. Menurut data yang diterima sangat banyak anak kuliahan salah jurusan. Data yang didapat sangat memprihatinkan. 

Ibarat seorang jodoh sudah dipacari selama lima tahun ternyata berujung putus dan gak ke pelaminan. Kan sayang waktu, uang, pengorbanan. Lima tahun bukan waktu yang sebentar kan hehehe…. 
Atau paling cepat 3,5 tahun untuk kuliah dan itu bukan juga waktu yang sebentar. Ada lagi yang garis keras udah kuliah 14 semester dan itu tujuh tahun dong artinya lebih lama dari sekolah SD, 7 tahun bukan waktu yang sebentar dong, tapi ini tidak menutup kemungkinan bahwa ada diluar sana orang yang begini, hehe. Sudah pacaran tujuh tahun malah tidak ke pelaminan sungguh terlalu kata bang roma.

Beruntung sekali Anda membaca ini, karena sudah tidak perlu lagi untuk menjalani pengalaman pahit tersebut dan mengambil kesimpulan hidup. Waktu tidak sia-sia, uang lebih efesien, pengorbanan pun akan tepat. Sungguh beruntung sekali takdir membawa Anda membaca ini. Berarti Anda adalah calon orang sukses. Khusus nya sukses untuk menentukan jurusan yang tepat. Sangat enak sekali belajar ditempat yang sudah diidamkan dapat suasana harmoni bersama teman-teman saling support dalam pelajaran. Siapa yang tidak mau dong belajar di tempat idaman, jurusan idaman, di universitas idaman.

Bagaimana Cara agar tidak Salah Memilih Jurusan

Kuliah merupakan lanjutan pendidikan dari SMA/MA/Sederajat ke Universitas. Pendidikan lanjutan ini sangat krusial bagi siswa yang ingin melangkah studi di kampus idamannya. Di Indonesia sendiri kampus idaman setiap orang seperti UI (Universitas Indonesia), UGM (Universitas Gadjah Mada), ITB (Institut Teknologi Bandung), IPB (Institut Pertanian Bogor) dan kampus-kampus lain yang menjadi impian setiap orang untuk melanjutkan studinya selepas lulus dari kelas XII (dua belas).

Ketika siswa yang ingin melanjutkan studinya maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah soal memilih jurusan. Jurusan adalah bagian dari Fakultas di kampus, dan jurusan menjadi bagian kecilnya dari fakultas. Contohnya Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Ekonomi Syariah, bisa aja di analogikan bahwa Fakultas menjadi Induk sedangkan Jurusan adalah anaknya.

Taukah kamu berdasarkan Riset bahwa Mahasiswa Indonesia Sebanyak 87% mengakui bahwa jurusan yang mereka ambil tidak sesuai dengan minatnya, dan 71% pekerja yang memiliki profesi tidak sesuai dengan pendidikannya. Fakta baru ICCN (Indonesia Career Center Network) Tahun 2017. Dan diatas 70% itu pertanda bahwa masih sangat banyak yang salah jurusan. 

Memang Pertama yang harus diperhatikan ialah ketahui tentang jurusan tersebut, mulai dari apa yang dipelajari di kelas, apa kegiatan yang paling banyak dipelajari, hal yang mudah apa, hal yang sulit apa, carilah informasi dan ketahui lebih banyak tentang jurusan yang ingin diambil. Kemudian timbul pertanyaan bagaimana bisa tahu jurusan tersebut? Jangan sungkan bertanya kepada kakak kelas yang sudah sukses dijurusan tersebut, dan jangan lupa search mbah google dan gabung lah grup-grup dimedsos.

Selengkapnya Agar tidak salah memilih jurusan simaklah hal berikut ini :

1. Jurusan haruslah sesuai kepribadianmu. Jika takut darah jangan masuk ke Kedokteran nanti seperti teman saya yang sudah masuk Jurusan Kedokteran kenyataannya takut dengan darah. Kan gawat..
2. Jurusan haruslah sesuai dengan passionmu. Jika passionmu bernyanyi jangan masuk ke Kelas angkat Besi, Berat kamu nggak akan kuat. Harus sesuai passion.
3. Jurusan haruslah sesuai dengan biaya kuliahmu. Jika sesuai dengan Rp.400.000 kenapa harus Rp.1.850.000, harus sesuai dengan keadaan dirimu.
4. Jurusan haruslah sesuai kata dirimu, bukan ikut-ikut dari temanmu atau saudara-saudaramu. Karena Kamu nanti yang jalani dan Kamu juga yang bertanggungjawab atas keputusan, bukan mereka. Dan jangan hanya ikut-ikut sembarangan saja.
5. Jurusan haruslah sesuai dengan alasan yang logis dan emosional. Anda harus Mempunyai jawaban kenapa Anda harus memilih, dan alasannya masuk akal.

Namun, apakah hal itu cukup? Masih belum, Ini baru tentang sesuatu agar tidak salah memilih jurusan, belum pada cocok tidaknya jurusan tersebut kepada Anda.

Bagaimana Mengetahui Jurusan Tersebut Cocok Buat Anda? 
“ Jika Jurusannya Sangat Cocok Buat Anda maka Kelak Anda Akan Mengalami Perkembangan Dan Anda Sangat Berprestasi Diatas Orang Rata-rata ”

Saat Cristiano Ronaldo menetapkan sebagai pemain bola profesional itu adalah langkah awal yang briliant. Saat M. Ali menetapkan sebagai petinju Profesinal itu adalah langkah yang sangat pas. Bagaimana jadinya jika CR7 memilih untuk jadi petinju? Atau M. Ali memilih untuk jadi Pemain Bola? Maka dapat dipastikan itu hal yang wrong.

Sebut saja si mawar, suatu hari mawar mendaftar Kuliah di Kota tempat ia tinggal, kabar yang datang ia lulus  di dua tempat. Namun, ia mempunyai dua pilihan untuk memilih jurusan. Kemudian ia memilih jurusan yang sangat cocok. Ia pilih yang sesuai kemampuan finansial dan kemampuan otak serta minatnya. Selang dua semester ia sudah mengetahui polanya yang hasilnya ia mendapatkan IP 4.0 alis SEMPURNA.... Seluruh Nilainya A.... Luar biasa!!! Tepat dalam memilih menimbulkan kemaksimalan dalam profesi yang ditekuni, sehingga dapat berprestasi dan berkembang dengan sangat pesat melebihi orang rata-rata pada umumnya. 

Memilih jurusan adalah sebuah konsekuensi buat diri Sendiri. Walaupun sudah mencari informasi terkait Jurusan yang ingin diambil tapi yang akan menjalani bukanlah orang lain, teman, pacar, atau orang tua, Tetap yang menjalani adalah Diri Anda Sendiri. Tanggung jawab dan Keputusan berada di Diri Anda Sendiri. 

Harap artikel ini dibaca lebih dari satu kali agar lebih memahami dan catat beberapa hal yang Anda anggap sangat penting. Jika ditanya bagaimana memilih jurusan yang cocok untuk Anda? 
Jawabannya itu hanya bisa dilihat oleh Anda Sendiri. Dan hanya Anda yang Tahu. Hal itu sangat bisa dilihat dengan tanda bahwa jurusan itu cocok Anda. Apa tanda-tanda tersebut?

Berikut adalah tanda  bahwa jurusan itu cocok buat Anda :
1. Ketika melakukannya membuat Anda bersemangat dan 
2. Terlihat terasa mudah dibandingkan teman-teman disekitar Anda
3. Pengetahuan Anda Sangat Lebih Banyak Dibandingkan Yang Lain
4. Anda Terkenal Dengan Hal itu tanpa Anda Sadari.
5. Kalau Anda Menemukan “Sesuatu” Yang Baru membuat Penasaran Sampai Anda sendiri suka curi-curi waktu untuk belajar sendiri di Siang Bolong dan Malam Hari.
6. Sering cari info di koran, internet, media sosial ig, fb, atau google.
7. Bagi Anda hal itu memberikan ilmu pengetahuan dan ingin Anda tekuni sampai akhir hayat dan Tanpa dibayar Anda Rela Melakukannya.

Itulah tujuh tanda bahwa Anda cocok untuk Jurusan yang hendak diambil. Itu hanya bisa ditemukan oleh your self, tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun dan hanya bisa jawab oleh yang bersangkutan. 

HIKMAH UNTUK ANDA
Knowledge is nothing, applying what we know is everything. Pengetahuan bukanlah apa-apa, mengaplikasikan yang kita tahu adalah segalanya. Saatnya Anda menyempurnakan pembelajaran Anda. Inilah saran saya untuk Anda :
Pilih jurusan sesuai passion dan minat yang real
Kalau sudah akhir semester jangan pernah berfikir salah jurusan, cepat dan segera selesaikan
Minta Restu dari Orang Tua dalam memilih jurusan
Ikuti teman yang produktif
Ketahui Self inside and Follow Your Soul. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel