Berandalan Kecil
Anak kecil lebih patuh pada imajinasi daripada logika
![]() |
| Bocil FF |
Pernahkah kita perhatikan anak kecil yang sedang bermain? Saat melarang anak kecil menggunakan argumen logis secara sadar ia tidak akan percaya. “awas nanti ada ular”, “awas nanti jatuh”, dan argument yang lainnya tidak bisa membuat anak kecil percaya dan tetap kembali bermain.
Di tengah terik matahari yang panas pun anak kecil akan tetap beraktivitas dalam mainannya, orangtua yang melarang seperti yang diungkapkan diatas jika pakai argument logis maka akan percuma, si anak akan lanjut bermain.
Di usia anak-anak otak imajinasi lebih dominan daripada otak logis, imajinasi merekalah yang paling mereka percaya. Maka sebagian orang tua akan memberikan nasehat yang mengarah kepada nasehat imajinasi. Misalnya “awas nanti ada hantu”, “awas nanti ada orang bawa kepala”, “awas ada setan di pohon itu” ,.. spontan mereka anak kecil langsung percaya.
Ini sebuah kisah klasik yang pernah didengar oleh hampir sebagian orang, nasehat imajinasi akan langsung diolah oleh otak anak kecil, jika ada yang bilang ada hantu putih di rumah itu,, spontan anak kecil akan menggambarkan hantu yang warna putih. Kadang inilah yang menjadi problem bagaimana cara agar tanpa menakuti anak dengan hantu mereka dapat patuh.
Sampai detik ini, nasehat awas ada hantu tetap menduduki peringkat pertama dalam mengcover tingkah anak. Di dekat kontrakan kami saya pribadi pernah nasehati anak-anak yang usil dengan argument logis awas ada ular jangan main di rawa-rawa, hasilnya gak ngaruh sama sekali :D, Namun saat kami bilang di situ ada nenek-nenek rambut panjang warna hitam nanti mau nangkap anak kecil, mereka percaya dan mulai berhenti.
Budaya kita masih banyak anak yang percaya hantu, padahal selama hidupnya liat hantu pun belum pernah, hal ini akibat dari tayangan televisi yang berisi program film hantu berulang-ulang di layar kaca. Mulai dai hantu nenek gayung, tuyul, kuntilanak, pocong, suster ngesot dan lain-lain. Hal mistik pun mewarnai budaya anak-anak akibat tayangan tersebut.
Wajar saja jika nasehat mistik akan lebih dipercayai anak kecil daripada nasehat logis yang masuk akal. Misalnya jika memang 100% nasehat mistik lebih ampuh mengapa kita tidak menggunkan hal tersebut untuk membuat anak Rajin Belajar? Misalnya membuat anak menguasai matematika, bahasa inggris, kimia, fisika, dengan nasehat yang mistik seperti ini, jika kamu tidak belajar hari ini aka nada nenek gayung disampingmu nak, jika kamu tidak belajar hari ini aka nada pocong tidur di sampingmu nanti malam, gimana terlihat logis dan bermanfaat kan :D
Imajinasi sangat berguna terhadap pertumbuhan anak, pergunakan imajinasi anak untuk mengarah pada hal baik. Formula ini berasal dari kami pribadi yang berawal dari keresahan di masyarakat bahwa anak-anak masih sangat percaya nasehat imajinasi daripada nasehat yang logis, maka jika tidak bisa mengubah ke hal logis, bisa tetap menggunakan imajinasi untuk grow si anak.
Berandalan kecil hanya sebagai analogi pada urakan dan kekonyolan anak kecil disekitar yang berani tanpa rasa takut. Ada juga anak kecil yang berlagak jagoan sok kuat, sok hebat, sok pandai, namun bisa dikendalikan dengan nasehat mistik di budaya sekitar agar tidak lagi bandal. Sebuah filter sikap untuk anak agar lebih rajin belajar dan maju.
Baca Juga : Cara Hidup Sehat Pada Islam
Digunakan dengan porsi yang pas dan jangan berlebihan, karena jika kelebihan hantu yang awalnya ga ada jadi datang ke rumah anda… :D walau bagimanapun hantu sebenarnya ga ada, hanya rasa takut berlebihan terhadap tempat saja, maka semesta memberikan keinginannya untuk ditakuti.
Sekian semoga bisa menasehati anak dengan “belajar nak nanti malam, kalau ga belajar nanti ada orang bawa kepala datang” sehingga "Berandalan Kecil beralih menjadi Insyinyur Kecil"

Belum ada Komentar untuk "Berandalan Kecil"
Posting Komentar