Kucing Gembel


Kucing Gembel Kost

Kucing putih yang bercorak sedikit hitam ditengah dengan ekor sedikit pendek, kuku nya agak tumpul karena jarang terpakai. Lebih berkesan agak malas dan kumuh.
.
Ketika mendatangi penghuni kost mahasiswa si kucing memasang muka memelas, muka sedih dan berharap di beri sedikit nasi untuk hidup esok hari. Dia pernah mendatangi kami dengan berlari, mengeong pun suaranya lirik, seperti nya hampir mati kucing ini “jawab hati kecilku”.
.
Sehari-hari dia berkeliling di kompleks kost kami, mengais di tanah, tidur di atas kain bekas, mengorek-ngorek tong sampah, mengemis, kadang-kadang begadang malam hanya untuk mencari makan.
.
Anggap saja kucing nya seperti gembel di kehidupan nyata, kalau di buat sinetron bisa bahkan. Pernah suatu hari dia kena palak sama kucing lain. Makanannya diambil paksa, sadis di dunia perkucingan ini siapa yang kuat dia yang dapat. Jika di perhatikan si kucing hanya pasrah dan diam berlahan mundur. Hari itu tragis makan siangnya diambil oleh preman setempat, oleh kucing lain.
.
Kemudia kucing itu menatapku, yang saat itu aku sedang makan siang, kucing itu datang dengan lari kecil, dia menatap wajah kami dan memperlihatkan muka melas nya, seperti mengemis di siang bolong, wajah iba itu saat jelas, seperti mengatakan "aku siap kenak palak sama preman gang sebelah, bisakah Anda memberikan aku nasi"?
saat itu dua bungkus di dapatkan nya, satu dari ku dan satu nya dari kawan ku.
.
Dia kenyang kami senang.
.
Tiga Bulan Berlalu, Tubuh Kucing pun mulai berubah, Berlahan namun pasti, si kucing yang kurus kering berubah sedikit demi sedikit terlihat agak lebih gemuk, dari gembel menuju agak gembel. Setidaknya dia sudah sudah tidak gembel ori.
.
Besoknya hari senin, bersama dengan hari itu kucing pun telah hilang entah mati, entah pergi dari komplek sini. kami pun tidak ada yang tau, maka itulah akhir dari cerpen ini.

Terima kasih sudah membaca,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel